Puluhan Miliar, Proyek Preservasi Jaltim Nasional Pelalawan Berpotensi Tidak Berkualitas Dan Minim Rambu Peringatan

 

Siak Pos.com (Pelalawan) – Pengerjaan proyek preservasi jalan lintas timur (jaltim) dalam kota Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan penamabalan (patching) menalan puluhan miliar  Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dikerjakan asal jadi.Pasalnya  pegerjaan rehabilitasi pengaspalan  tambal sulam jalan nasional ini dikerjakan waktu hujan dan juga dikeluhkan pengedara dikernakan minimnya rambu peringatan pekerjaan.

Bacaan Lainnya

 

Rehabilitasi tambal sulam  aspal jalan nasional jalan lintas timur  kembali  mendapatkan kritikan salah satu warga pangkalan kerinci karena melakukan pengaspalan saat hujan turun , dan sebelumnya keluhan warga atas minimnya rambu rambu peringatan pekerjaan akibat banyak pengedara khususnya kendaraan sepada motor terjatuh .

 

“Proyek preservasi jalan nasional paket simpang lago, sorek 1 dan sampai batas Indragiri hulu (Inhu) simpang japura pematang rebah. Pagu 40 Miliar lebih dana APBN  dikerjakan oleh kontraktor perusahaan PT Tripa Abadi, PT Tuah Awang KSO melakukan pengaspalan saat turun hujan itu tidak benar dan jelas saja sudah keluar dari teknis yang ditentukan sehingga berdampak terhadap rendahnya kualitas pekerjaan, ” ujar Mulya Ambriadi ST warga Pangkalan Kerinci media ini , Senin(24/10/2022)kemarin.

 

Dikatakan mantan kosultan itu, secara kualitas itu tidak boleh, semestinya dilakukan saat matahari cerah bukan malah saat datang hujan. Secara ilmu teknis juga pasti pendapat nya sama dengan saya. Logika nya saja bagaimana bisa ketemu aspal panas sedangkan ada air hujan, bisa dipastikan daya rekat nya itu tidak maksimal.

 

Ia mengatakan jiika berbicara kualitas, mestinya tidak begitu dan seharusnya pelaksana lapangan maupun konsultan pengawasnya memberikan teguran bukan malah dibiarkan sehingga kualitas jalan bisa maksimal.

 

“Perkerjaan pengaspalan tidak sesuai metode, harusnya hari lagi hujan tidak bisa dilanjutkan pekerjaan proses patching, apa lagi bekas galian itu berair, jadi air itu tidak menyatu dengan minyak apa merekat nantinya. Aspal itu seharusnya sekali siram jika dipaksakan kejar jam tayang hasilnya  perkerjaan  tidak maksimal,”imbaunya

 

Sementara dikonfirmasi terkait ini, Kepala satuan kerja (Kasatker)Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional . (BBPJN)  wilayah II Riau. Dikki Erlangga telah menyuruh pekerjaan pengaspalan supaya distop sementara dikernakan hujan.

 

Kepala satuan kerja (Kasatker)Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional . (BBPJN)  wilayah II Riau. Dikki Erlangga telah menyuruh pekerjaan pengaspalan supaya distop sementara lantaran hujan.

 

“Mereka lagi kerja tiba-tiba, hujan turun. Kita sudah stop agar jangan bekerja di hari hujan. Masalah teknis silakan ke PPK  Pak. Saya hanya bisa tanggapi kontraktor sedang bekerja patching dengan campuran aspal panas tiba-tiba, hujan. Teman-teman di lapangan telah perintahkan agar pekerjaan distop hingga hujanberhenti. Tapi, untuk detilnya silahkan hubungi PPK atau kontraktor,” sebut Kasatker saat dikonfirmasi lewat pesan singkat WhatsApp.(jait)

 

Pos terkait