Hari Mangrove Se-dunia, MSB dan PT. ITA Mengadakan Berbagai Perlombaan 

oplus_0
Siak Pos.com (Sungai Apit) – Hari Mangrove se-dunia, kelompok Mangrove Sungai Bersejarah (MSB) bersama EMP PT Imbang Tata Alam mengadakan  berbagai perlombaan dari tanggal 23 sampai 26 juli 2026, adapun kegiatan yang dilombakan adalah lomba Melukis lomba menabung lumpur, lomba mencari lokan, lomba mengenal mangrove dan hari puncaknya akan dilaksanakan dilapangan bunsur, Kamis (23/6/2026) di Kampung Kayu Ara Permai, kecamatan sungai apit, kabupaten Siak
Turut Hadir Camat Sungai Apit Tengku Muktasar, dan rombongan EMP PT Imbang Tata Alam, Penghulu Kampung Kayu Ara Permai Abdul Razak Penghulu Kampung Penyengat Abok Agustinus, penghulu Kampung Parit I/II dan ketua Bapekam kayu Ara Permai Rafik

EMP CSR & Communication Division Manager, Iman Soerjasantosa, mengatakan pelestarian mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasi. Menurutnya, sebagai perusahaan hulu minyak dan gas bumi, penyediaan energi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat.

“Kebutuhan energi nasional terus meningkat dan industri hulu migas memiliki peran penting untuk memenuhinya. Namun, penyediaan energi harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar wilayah operasi.” Ungkapnya

Bacaan Lainnya

Hal senada juga disampaikan Camat Tengku Camat Sei Apit, T. Mukhtasar, S.Sos., M.Si., berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga kawasan mangrove yang menjadi salah satu kekayaan pesisir Kabupaten Siak. Menurutnya, Kecamatan Sei Apit yang memiliki luas sekitar 1.346 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 33.862 jiwa memiliki potensi mangrove yang harus dijaga sebagai benteng alami pesisir sekaligus penopang kehidupan masyarakat.

“Kita harus mampu menunjukkan kepada dunia bahwa mangrove yang kita miliki harus dijaga. Saya mengapresiasi para pegiat mangrove yang terus berupaya melestarikannya agar dapat diwariskan kepada anak cucu,” ujarnya.

Penghulu Kampung Kayu Ara Permai, Abdul Razak, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang membuat Hari Mangrove Sedunia tahun ini tetap dapat terselenggara di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

“Awalnya saya sempat khawatir karena kondisi anggaran daerah sedang terbatas. Alhamdulillah, berkat kerja keras panitia dan dukungan banyak pihak, Hari Mangrove Sedunia akhirnya dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Ketua Panitia Hari Mangrove Sedunia Provinsi Riau, Jumadi Afrizan, mengatakan pelibatan generasi muda menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan tahun ini. Menurutnya, memperkenalkan mangrove secara langsung di habitatnya akan meninggalkan kesan yang lebih kuat dibandingkan pembelajaran di ruang kelas.

“Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam melindungi wilayah pesisir dan menjaga keseimbangan lingkungan. Karena itu, peringatan Hari Mangrove Sedunia kami jadikan momentum untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus mengajak masyarakat melakukan aksi nyata bagi pelestarian mangrove,” ujar Jumadi.(Indra)

Pos terkait