Siak (Siak Pos) – Salah satu rangkaian kegiatan PWI Riau dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI ke 76 yang dipusatkan di Kota Siak Sri Indrapura adalah “Pameran UMKM Siak Bangkit”, diselenggarakan oleh Pemkab Siak, Junat (18/03/2022).
“Hari ini kita sama-sama menghadiri pameran UMKM Siak Bangkit. Dan mudah-mudahan teman-teman PWI yang hadir se Riau, yang kita perkirakan hadir sekitar 150 orang wartawan banyak-banyaklah belanja di pameran UMKM Siak Bangkit ini,” ujar Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Pameran UMKM Siak Bangkit dalam rangka menyemarakkan Puncak Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 PWI Tahun 2022 yang berlangsung di Lapangan Siak Bermadah Kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (18//03/2022) siang.
Dan khusus PWI, sebut Zulmansyah, juga ada bagi-bagi hadiah. Yakni hadiah Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) dan Lomba Karya Foto Jurnalistik (LKFJ).
“Hadiahnya banyak. Nanti hadiahnya dibelanjakan di pameran UMKM Siak Bangkit ini,” ajak Zulmansyah.
Waktu menghadiri acara HPN di Kendari, sebut pria supel yang akrab disapa Zum ini, PWI Riau berencana ingin memakai batik Siak, Batik Istana. Bahkan sudah dipesan, ternyata bahannya sedikit. Tidak cukup untuk 100 orang.
“Akhirnya kita tak jadi pesan batik Siak itu, karena produknya terbatas. Dan kita akhirnya memakai baju Melayu di acara HPN Kendari bersama Pak Presiden Joko Widodo. Yang ingin saya katakan adalah, ternyata UMKM kita ini banyak yang tidak siap untuk skala besar. Padahal sekarang ini zamannya promosi digital. Dan kita lihat banyak batik-batik Siak antara lain dipromosikan lewat media digital. Tapi begitu kita pesan, jumlahnya sedikit. Bahkan butuh waktu lama misalnya jika kita memesan dalam porsi yang banyak,” katanya.
PWI Riau, sebut Zulmansyah, selalu memerlukan kostum, pakaian yang jumlahnya banyak. Minimal 50 stel.
“Kalau kita pesan lewat digital, selalu jumlahnya tidak cukup. Itu sudah terbukti ketika kita akan ke Kendari ingin pesan batik Istana Siak ternyata tidak cukup. Nah saya ingin menyampaikan harapan, mudah-mudahan dengan dukungan Pemerintah Daerah UMKM ini mungkin bisa disiapkan untuk menghasilkan produk-produk yang besar.
“Batik Siak mungkin tidak hanya batik tulis. Mungkin bisa pakai batik cetak. Tapi gambarnya Istana Siak. Karena waktu kami audiensi dengan Gubernur Riau, beliau pakai batik warna putih, batik istana. Sewaktu kami sampaikan, kami ke Kendari dengan batik istana beliau respon sekali. Tapi tanya dulu dinda, jangan-jangan di Siak itu, cukupnya 4 sampai 5 stel saja ,” sebut Zulmansyah.




