Siak Pos.com (Tualang) – jalan yang merupakan salah satu akses jalan pintas dan sudah ada sejak puluhan tahun lalu yang dimanfaatkan menjadi akses jalan oleh siswa siswi TK, SD, SMP dan SMK YPPI di tutup oleh pengelola komplek perumahan menjelaskan, Penutupan jalan itu di lakukan karena pihak sekolah dan yayasan tidak mau duduk bersama.
“Saya pengen tau kan, masuk jam berapa ke jam berapa pulangnya, harus jelas jadi selama ini saya ajak duduk mereka tidak mau, ungkap Jarod ketua ikatan warga persada indah (IWPI) saat di konfirmasi oleh Siak Pos.com, Kamis 11/8/2022
Dirinya pun menjelaskan, gerbang bisa kembali di buka tapi harus jelas dan tertulis dari pihak yayasan, sekolah dan dirinya.
Menanggapi hal ini, Kepala UPTD Perawang Zahroni langsung menanggapi saat di konfirmasi.
Dirinya mengatakan secepatnya akan mencari Solusi.
“Nanti akan dicari solusi antara pihak pengelola dan sekolah,diberlakukan jam buka tutup pas anak2 masuk dan pulang,waktu di atur nanti.” Kata zahroni.
Di waktu yang sama, salah satu ketua pemegang Mandat PWMOI, jufriadi mengatakan, bahwa permasalahan jangan berlarut larut dan sepertinya ada mis komunikasi antara pihak perumahan, yayasan dan sekolah.
“Saya berharap pihak sekolah dan perumahan saling bekerja sama untuk mempermudah akses jalan masuk ke sekolah tersebut,,karna masa depan negeri tergantung pada generasi penerus,,dan kita kan upayakan untuk kecmatn bisa memanggil pihak sekolah dan perumahan agar duduk bersama untuk mencari solusi nya,imbuh nya,,
Sebelumnya, Warga di kawasan RT 6 RW 5 Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau mengeluhkan penutupan akses jalan penghubung ke 4 sekolah yakni, TK, SD , SMP dan SMK YPPI. Para pelajar dari ke 4 sekolah tersebut terpaksa harus melewati sela-sela pintu pagar besi untuk tiba di sekolahnya masing-masing.
Ketua RT 6 RW 5 Kecamatan Tualang, Thomas mengatakan, sebelum akses jalan menuju sekolah itu ditutup, para orang tua dapat mengantarkan anak-anak mereka langsung didepan sekolah.
“Padahal jalan itu salah satu penghubung ke 4 sekolah. Mudah-mudahan ada solusi, kalau tidak, terlalu kejam jika pemerintah membiarkan masalah ini terus berlangsung,” ucapnya. (In)





