Inovasi Penggunaan QR Code Dalam Pembelajaran Mencocokkan Konsep Bilangan Dengan Lambang Bilangan Pada Anak Usia Dini

Penulis : Jumiati, S.Pd. TK Negeri Pembina Sabak Auh
– Media pembelajaran berbasis teknologi saat ini menjadi salah satu kebutuhan bagi seorang pengajar. selain berguna untuk membantu proses penyampaian informasi kepada peserta didik juga menjadi salah satu bukti bahwa saat ini pengajar yang mampu mengelola dan mendesain media pembelajaran lalu dijadikan sebagai  sumber belajar menjadi salah satu indikator
profesionalitas seorang pengajar.
QR   Code Technology merupakan modul-modul hitam yang disusun dalam persegi dengan latar belakang putih (Durak et al, 2016).QR merupakan singkatan dari Quick Respond (respon cepat) yaitu kode respon cepat dalam mengirim informasi atau pesan sehingga dapat diandalkan karena biaya murah dengan kapasitas tinggi (Wave, 2010).
QR Code Technology dapat digunakan pada smartphone yang memiliki aplikasi pemindaian kode QR(QR Code Scanner) atau aplikasi pembaca kode (QR Code Reader) dan memiliki akses internet 3G atau 4G atau WiFi untuk menghubungkan smartphone dengan alamat bahan ajar yang dituju melalui QR Code.
Tentu sudah sangat sering mendengar istilah QR Code tersebut bahkan terbiasa menggunakannya dalam banyak kesempatan seperti mendaftarkan diri dalam suatu kegiatan pada suatu link dan lain sebagainya. semula QR code ini hanya banyak kita temui pada supermarket yang digunakan untuk memindai harga dan jenis produk. QR Code saat ini telah banyak dipakai dalam sebuah media pembelajaran masa kini, selain menghemat material seperti ternyata juga menghindari dari aktivitas seperti printing, foto copy dan kegiatan sejenis lainya.
Dalam pembelajaran sangat diperlukan media pembelajaran yang dapat memenuhi standar proses pendidikan yang diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang serta memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif sehingga tercapai tujuan pembelajaran serta mampu memberikan pemahaman konkrit yang pada akhirnya akan meningkatkan kompetensi peserta didik.
Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Menurut Piaget kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun adalah anak memahami angka sehingga anak dapat menyebutkan lambang bilangan, anak sudah dapat memecahkan masalah yang dihadapkannya dalam kehidupan sehari-hari, anak sudah memahami sebab akibat, dan anak sudah mampu menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif.
Sering terjadi pada anak usia 5-6 tahun masih terdapat masalah anak belum bisa mengenal angka 1-20 dan belum dapat mencocokkan angka dengan konsep bilangan. oleh karena itu penggunaan teknologi berupa QR Code pada pembelajaran mencocokkan konsep bilangan dengan lambang bilangan pada anak usia dini umur 5-6 tahun sangat membantu guru. Anak lebih termotivasi dan lebih bersemangat dalam belajar menggunakan strategi pembelajaran terbaru yang disajikan oleh guru ini.
Pada saat pembelajaran berlangsung, pertama-tama guru mengajak anak membuat sebuah proyek buku pop up dengan berbagai macam bentuk hasil kreasi anak-anak. Kemudian guru menempelkan setiap buku dengan QR Code yang berbeda sesuai dengan gambar yang ada pada buku pop up tersebut.
Lalu anak dibawah pengawasan guru akan menscand QR Code tersebut menggunakan aplikasi scanner yang telah di instal di handphone. Jika anak berhasil menscand QR Code tersebut akan muncul link yang akan menuju ke youtube.
Sebelumnya guru telah membuat dan mengupload sebuah video tentang pembelajaran yang dibahas pada hari ini. Setelah anak selesai menonton dan mendengarkan video tersebut, anak akan diminta untuk menghitung objek dan mencari angka yang sesuai dengan video yang ditonton tersebut.
Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media QR Code, ada perbedaan hasil belajar peserta didik khususnya dalam mencocokkan konsep bilangan dengan lambang bilangan. Penggunaan media QR Code pada pembelajaran mmencocokkan konsep bilangan dengan lambang bilangan mampu meningkatnya kompetensi kognitif dan motivasi belajar peserta didik.

Pos terkait