Siak Pos.com (Sabak Auh) – Pagi itu, jalan di sekitar Kantor Camat Sabak Auh bukan sekadar menjadi lintasan pawai. Masyarakat, pemerintah, TNI-Polri, para penghulu kampung hingga tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan berjalan dalam satu suasana yang sama: menyambut Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XX Tingkat Kecamatan Sabak Auh Tahun 2026 dengan semangat persaudaraan.
Pawai MTQ XX yang digelar Rabu pagi (23/9/2026) tersebut dibuka langsung oleh Camat Sabak Auh, Said Irwan, S.Sos., M.Si. Kegiatan menjadi pembuka rangkaian MTQ sebelum acara pembukaan resmi dilaksanakan pada malam harinya di halaman Kantor Camat Sabak Auh.
Kemeriahan pawai tidak hanya terlihat dari barisan peserta. Di tengah masyarakat, hadir pula unsur TNI dan Polri yang membaur bersama pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat dan berbagai elemen lainnya.
Turut hadir unsur Koramil 0322-06/PWK Kodim 0322/Siak, jajaran Polsek Sabak Auh, Penghulu Kampung Bandar Pedada Marlis, Penghulu Kampung Belading M. Jais, para penghulu kampung se-Kecamatan Sabak Auh serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.
MTQ Bukan Sekadar Mencari Juara
Camat Sabak Auh Said Irwan menekankan bahwa MTQ hendaknya tidak dipandang sebatas kegiatan perlombaan. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat syiar Islam, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta mempererat hubungan antarmasyarakat.
Kehadiran berbagai unsur dalam pawai menjadi gambaran bahwa MTQ juga memiliki dimensi sosial. Di tengah perbedaan tugas, profesi dan latar belakang, masyarakat dapat bertemu dalam ruang yang sama dan membawa semangat persaudaraan.
Semangat itu diharapkan tidak berakhir setelah panggung MTQ ditutup. Nilai kebersamaan dan ajaran Al-Qur’an diharapkan terus tumbuh di lingkungan keluarga, kampung dan kehidupan sosial masyarakat Sabak Auh.
TNI-Polri Membaur Bersama Masyarakat
Kapolsek Sabak Auh Aipda Masri Nalzon, S.H., mengatakan kegiatan keagamaan seperti MTQ memiliki peran penting dalam membangun nilai moral sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
“MTQ merupakan momentum yang baik untuk semakin mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an sekaligus mempererat ukhuwah. Kami dari Polsek Sabak Auh tentu mendukung kegiatan positif seperti ini karena keamanan dan ketertiban juga tumbuh dari masyarakat yang memiliki kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungannya,” ujar Masri.
Ia berharap seluruh rangkaian MTQ dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif hingga penutupan pada Sabtu (26/9/2026). Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya persoalan pengamanan kegiatan, tetapi juga membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.
“Polri hadir bukan hanya dalam persoalan penegakan hukum. Dalam kegiatan sosial dan keagamaan, kami ingin terus berada di tengah masyarakat, membangun komunikasi serta menjaga hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen,” tambahnya.
Sementara itu, Danramil 0322-06/PWK Sabak Auh yang diwakili Yusriwan menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ. Kehadiran TNI dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari kebersamaan dengan pemerintah, Polri dan masyarakat dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial di wilayah.
Bagi masyarakat, kehadiran aparat dalam kegiatan seperti MTQ juga memperlihatkan sisi lain hubungan TNI-Polri dengan warga. Tidak ada sekat seragam dalam pawai itu. Aparat, pemerintah dan masyarakat hadir dalam ruang yang sama, menyaksikan kemeriahan sekaligus menjaga jalannya kegiatan.
Pesan untuk Generasi Muda
Penghulu Kampung Bandar Pedada, Marlis, mengatakan kemeriahan MTQ semestinya meninggalkan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar siapa yang keluar sebagai juara.
Menurutnya, salah satu nilai terpenting adalah bagaimana MTQ mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak dan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana MTQ ini berlangsung meriah, tetapi bagaimana semangat membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an terus kita bawa pulang ke kampung masing-masing. Anak-anak dan generasi muda harus terus kita dorong agar dekat dengan Al-Qur’an,” kata Marlis.
Hal senada disampaikan Penghulu Kampung Belading M. Jais. Ia menilai MTQ merupakan ruang untuk memperkuat syiar Islam sekaligus mempertemukan masyarakat dari berbagai kampung dalam suasana kekeluargaan.
Semangat yang tumbuh selama MTQ diharapkan dapat terus dirawat setelah perlombaan berakhir, terutama dalam membimbing generasi muda agar semakin dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
MTQ XX Tingkat Kecamatan Sabak Auh Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 26 September 2026, dengan pembukaan dan penutupan dipusatkan di halaman Kantor Camat Sabak Auh.
Dari langkah kaki dalam pawai pada pagi hari hingga lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mengisi rangkaian MTQ, ada pesan sederhana yang terlihat di Sabak Auh: TNI-Polri, pemerintah dan masyarakat dapat berdiri serta berjalan bersama ketika persaudaraan menjadi titik temunya.
Pada akhirnya, MTQ bukan hanya tentang siapa yang paling indah melantunkan ayat suci. Nilai terbesarnya justru terletak pada bagaimana Al-Qur’an mampu mendekatkan manusia dengan Tuhannya sekaligus mendekatkan sesama manusia dalam persaudaraan. (Sarni)





