Siak Pos.com (Sabak Auh) – Polemik pemeriksaan proposal organisasi oleh seorang petugas keamanan di pos check point PT Bumi Siak Pusako (BSP) Bandar Pedada, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, masih menjadi sorotan. Sekretaris KB FKPPI Rayon 06/PWK Sabak Auh, Rishki, kembali meminta agar pihak Chief Security PT BSP mengambil langkah tegas terkait kejadian tersebut.
Menurut Rishki, hingga saat ini belum terlihat adanya penegasan ataupun evaluasi terhadap oknum security yang bertugas saat menerima proposal organisasi tersebut.
“Kami berharap Chief Security PT BSP dapat mengambil sikap dan melakukan evaluasi terhadap kejadian ini agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari, ”ungkap Rishki, Sabtu (14/03/2026).
Rishki menyebutkan bahwa petugas keamanan yang menerima proposal tersebut diketahui berinisial TS. Saat itu, kata dia, proposal organisasi yang diserahkan untuk diteruskan kepada manajemen perusahaan dibaca secara rinci lembar demi lembar oleh petugas security yang berjaga di pos check point.
Menurutnya, tindakan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan karena proposal tersebut merupakan dokumen organisasi yang ditujukan secara resmi kepada pihak manajemen perusahaan.
“Kami tidak mempersoalkan pemeriksaan keamanan, tetapi membaca isi proposal secara detail tentu menimbulkan ketidaknyamanan karena itu merupakan dokumen organisasi yang ditujukan kepada manajemen perusahaan, ”jelasnya.
Rishki juga menjelaskan bahwa petugas security tersebut merupakan personel dari PT ABB, perusahaan penyedia jasa pengamanan yang bertugas di lingkungan PT BSP.
Menurutnya, sorotan yang disampaikan FKPPI bukan bertujuan memperkeruh situasi, melainkan sebagai bentuk masukan agar prosedur kerja petugas keamanan di lapangan dapat berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Ia menilai, dalam praktik umum pengamanan perusahaan, petugas security memiliki kewenangan untuk memeriksa dokumen yang masuk dari aspek keamanan, seperti memastikan tidak ada benda berbahaya. Namun pemeriksaan tersebut tidak sampai pada membaca isi dokumen secara detail.
“Security memiliki tugas utama menjaga keamanan. Pemeriksaan dokumen tentu boleh dilakukan, tetapi sebatas memastikan aspek keamanan fisiknya. Setelah itu, dokumen seharusnya dicatat dan diteruskan ke bagian yang berwenang, ”ujarnya.
Rishki juga berharap perusahaan penyedia jasa pengamanan yang bertugas di lingkungan PT BSP dapat memberikan pembekalan dan penguatan pemahaman SOP kepada seluruh personel security di lapangan.
Selain itu, ia meminta agar Chief Security PT BSP dapat melakukan evaluasi internal sehingga prosedur penerimaan dokumen di pos pengamanan perusahaan berjalan lebih profesional.
“Harapan kami sederhana, cukup ada pembinaan atau penegasan SOP kepada petugas yang bertugas di lapangan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, ”tutupnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen PT BSP maupun pihak perusahaan penyedia jasa pengamanan PT ABB terkait langkah evaluasi yang akan diambil atas kejadian tersebut. Redaksi juga membuka ruang klarifikasi dari pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
(*Redaksi)





