FAKULTAS KEDOKTERAN UNRI MENCANANGKAN GERAKAN PESANTREN BEBAS SKABIES

Fakultas Kedokteran  UNRI mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Pondok Pesantren Baiturrahman An_Nizom Lukut Kecamatan Minas Kabupaten Siak Sri Indrapura pada tanggal 7 Oktober 2023.
Penyampaian materi pelatihan yang bertema Gerakan Pesantren Bebas Skabies
Tujuan pengabdian ini adalah menjadikan pesantren bebas skabies melalui serangkaian kegiatan yaitu pelatihan kader pos kesehatan pesantren tentang langkah-langkah menjadikan pesantren bebas skabies dan  pengobatan skabies. Pelatihan dihadiri oleh kepala sekolah madrasah, diikuti oleh para guru pembina kamar, santri-santri penanggung jawab kamar dan kader pos kesehatan pesantren sedangkan pengobatan diberikan pada santri yang memiliki keluhan gatal pada kulit.
Ketua Tim pengabdian dr. Inayah, M.Sc mengajak warga pesantren untuk ikut terlibat aktif menjadikan pesantren mereka bebas skabies. Materi pelatihan juga diberikan oleh dr. Sukasihati SpKK, VINSDV. Menurut beliau skabies atau dikenal juga dengan nama kudis/gudikan adalah penyakit kulit infeksi yang mudah menular,  namun   masyarakat masih menganggap bahwa skabies merupakan penyakit gatal biasa dan tidak berbahaya sehingga terabaikan serta tidak mendapatkan penatalaksanaan yang tepat dan menyeluruh. Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak usia sekolah dan remaja yang kurang memperhatikan kebersihan dirinya, juga pada lingkungan padat penduduk, tingkat kebersihan kurang, dan sosial ekonomi rendah.
Tim FK UNRI melibatkan dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa
Warga pondok pesantren adalah salah satu populasi yang sering mengalami penyakit ini. Mereka mudah terinfeksi karena kepadatan hunian dalam satu kamar. Santri juga kurang memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan, perilaku bertukar pakaian, handuk dan peralatan pribadi lainnya sehingga memudahkan proses penularan penyakit.
Pengobatan diberikan kepada santri yang memiliki gejala skabies dan penyakit kulit lainnya
Penderita skabies juga menjadi sumber infeksi bagi lingkungannya sehingga harus diobati dan pesantren perlu melakukan upaya pemberantasan. Oleh karena itu, pesantren perlu berupaya untuk menjadikan lingkungannya bersih dan sehat agar terbebas dari skabies.
dr. Inayah menyampaikan bahwa pemberantasan skabies di asrama, panti asuhan, pondok pesantren, dan tempat lain dengan kepadatan penghuni yang tinggi tidak dapat dilakukan secara individual melainkan harus serentak dan menyeluruh. Semua penderita skabies harus diobati dan lingkungan harus dibersihkan (dekontaminasi). Jika tidak, penderita skabies yang telah sembuh akan tertular lagi dan reinfestasi skabies akan terjadi dalam waktu singkat sehingga rantai penularan penyakit sulit diputus.
Kegiatan ini terlaksana dengan lancar, peserta tampak aktif menyampaikan dan menjawab pertanyaan yang diberikan. Perlu kiranya tindak lanjut oleh warga pesantren dan kesinambungan kegiatan ini sehingga menghasilkan pesatren bebas skabies.(***)

Pos terkait